SINGARAJA- -AMAZING TOWN

SINGARAJA IS A GREAT TOWN--ILOVE SINGARAJA

OM SWASTIASTU - - - SELAMAT DATANG
16 Agustus 2009

KOTA DENGAN TUGU BERSEJARAH

SEJARAH

Kota Singaraja berawal dari munculnya kerajaan Buleleng yang berkisar sekitar abad ke-17, dibangun oleh I GUSTI ANGLURAH PANJI SAKTI dari Wangsa Kepakisan dengan jalan menyatukan seluruh wilayah di BALI UTARA yang dulunya bernama Den Bukit.

Kerajaan ini sempat dikuasai oleh Kerajaan Mengwi, juga Kerajaan Karangasem yang dimana membangun istana dengan nama PURI SINGARAJA, dari sinilah muncul nama SINGARAJA.

Kota inipun memiliki nilai sejarah yang cukup kuat, dimana disini terdapat pelabuhan yang berfungsi sebagai tempat berlabuhnya Belanda di Bali Utara, tempat berlabuhnya itulah yang dapat kita lihat sekarang.

BATAS WILAYAH

Buleleng berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara, Kabupaten Jembrana di sebelah barat, Kabupaten Karangasem di sebelah timur dan Kabupaten Bangli, Tabanan dan Badung di sebelah selatan. Kabupaten Buleleng dibagi kepada 9 kecamatan dan 146 desa/kelurahan yang diantaranya adalah :

1.Gerokgak
2.Seririt
3.BusungBiu

4.Banjar
5.Buleleng

6.Sukasada
7.Sawan
8.Kubutambahan

9. Tejakula

TUGU-TUGU

~ Tugu SingaAmbara Raja

Saat kita berkendara akan ke Denpasar, atau dari Denpasar ke Singaraja, kalian pasti melewati sebuah patung yang berdiri dengan gagahnya di tengah-tengah jalan, dikelilingi oleh kolam kecil yang berisi patung kecil lainnya, tidak jarang kita lihat ada banten atau sesajen di patung itu. Sungguh hebat dan gagahnya patung itu berdiri tegar di udara seperti akan terbang, tidakkah heran, apa sebenarnya makna dari patung Singa yang gagah itu? Berikut akan jelaskan makna patung itu secara rinci:
• Yupa Pad
masana yang berbentuk segi lima : melambangkan falsafah negara RI yaitu Pancasila.
• Arca Singa-Raja yang bersayap : sebagai lambang nama kota Daerah Kabupaten Buleleng yang terbentang dari Timur ke Barat
• Buleleng atau Jagung Gembal yang dipegang tangan kanan singa itu : melambangkan nama Daerah Kabupaten yaitu : Buleleng yang dipegang
oleh Kota Singaraja.
• Motto “Singa Ambara Raja” : melambangkan kelinca
han dan semangat kepahlawanan rakyat Buleleng.
• Sembilan helai Kelopak Bunga Teratai : melambangkan sembilan kecamatan yang ada di Daerah Tingkat II Buleleng.
• Tiga Ekor Gajah Mina : melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan kepandaian rakyat Buleleng.
• Tiga buah permata yang memancar berkilau-kilauan : melambangkan kewaspadaan dan kesiap siagaan rakyat Buleleng.
• Jumlah bulu sayap yang besar dan yang kecil tiga puluh helai yaitu : sayap jajaran yang
pertama banyaknya 5 helai, kedua banyaknya 7 helai, ketiga banyaknya 8 helai dan sayap jajaran yang keempat banyaknya 10 helai. Melambangkan tanggal atau hari lahirnya kota Singaraja.
• Tiga puluh tulang pemegang bulu sayap : melambangkan bulan yang ketiga atau bulan Maret yaitu bulan lahirnya kota singaraja.
• Rambut, bulu gembal, bulu ekor Singa yang panjang-panjang jumlah seribu enam ratus empat helai : melambangkan tahun lahirnya kota Singaraja.
• Dari No. 8 sampai 10 jika dirangkaikan melambangkan tanggal 30 Maret 1604 hari lahirnya Kota Singaraja.
• Lambang Daerah Kabupaten Buleleng dalam bentuk Panji mempergunakan dasar warna biru cemerlang. Melambangkan warna pikir
an yang taat, cinta dan berbakti ke hadapan Ida Sang hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa.
• Singa Ambara atau Singa Bersayap berwarna merah hidup : melambangkan warna pikiran yang bersemangat dalam keperwiraan.
• Warna putih bersih : merupakan simbul hati nurani yang sangat bersih dan jujur.
• Warna hitam adalah : lambang kemarahan dan siap maju bila diganggu.

Patung Singa Ambara Raja juga dapat anda temukan di perbatasan Singaraja sebelah selatan.

~ Tugu I Gusti Anglurah Panji Sakti

Dari Tengah Kota Singaraja,setelah melewati tugu Singa Ambara Raja, kita dapat melihat di sebelah kiri jalan terdapat taman kecil yang sangat asri,juga anda dapat melihat patung-patung yang berdiri dengan gagah di dalamnya, itu tidak lain dari patung I Gusti Anglurah Panji Sakti,juga seekor gajah di depannya, bahkan terdapat ukir-ukiran di dinding yang tidak lain ukir-ukiran yang menunjukkan Tari Goak-goakan , juga peperangan I Gusti Anglurah Panji Sakti melawan penjajah.

~ Tugu Catur Muka

Tidak hanya tugu I Gusti Anglurah Panji Sakti, di sana juga terdapat tugu Catur Muka yang terdapat jam di bawahnya. Tugu ini dahulunya sebenarnya tidah berupa catur muka, namun tugu ini adalah tugu naga yang jumlahnya 4 ekor, dan jam yang digunakan dahulu adalah jam bandul, namun sekarang sudah diganti akibat tak berfungsi lagi. Patung ini melambangkan Sang Hyang Brahma yang menguasai arah selatan.

~Tugu Bima- Naga Baruna

Tugu yang memperlihatkan perang tanding Bima melawan Baruna ini dapat anda temukan di desa Sukasada dan juga di JL.UDAYANA. Tugu ini mengingatkan kita tentang kisah pewayangan antara Bima yang terkenal dengan kukunya yang sakti melawan Baruna saat Bima disuruh gurunya Duryodhana untuk merebut Tirta Amertha dari Naga Baruna. Akhirnya Bima berhasil menang dan membawa Tirta Amertha tersebut.

~Tugu Pahlawan di Pelabuhan

Tugu yang memperlihatkan seorang pejuang merah putih yang memegang bambu yang diikati dengan bendera merah putih. Hal ini mengingatkan kisah bersejarah pelabuhan itu sebagai tempat berlabuhnya Belanda ke Bali dan perjuangan rakyat Bali melawan penjajah. Dan di sana terdapat Kura-kura yang menyangga tugu, hal ini bermakna bahwa kura-kura itu menyangga dunia (menurut etos Bali), juga Naga yang terdapat di tangga yang menunjukan Naga Baruna yang menjaga lautan,.

~ Tugu Karapan Sapi

Ketika kita berjalan ke Barat, di depan Pasar Banyuasri dapat anda lihat ada Patung Karapan sapi yang menunjukkan 2 orang yang berlomba karapan sapi. Hal ini memperlihatkan budaya, rasa semangat juang, juga mengingatkan kita akan pentingnya peran serta sapi di Bali.

~Tugu Lumba-lumba

Tugu yang letaknya di Lovina ini, memperlihatkan Lumba-lumba bermahkota yang terlihat sangat elok dan lincah, juga memperlihatkan kekayaan alam pada ukir-ukiran pada tugunya.

~Tugu Tri Yudha Sakti

Pada Monumen Perjuangan Tri Yudha Sakti nampak terlihat tiga pejuang asal Buleleng berdiri kokoh diatas bangunan monumen menghadap ke utara, Letkol Wisnu, Mayor Metra dan Kapten Muka.
Monumen ini juga dilengkapi dengan diorama perjuangan masyarakat Buleleng dari jaman Panji Sakti hingga pertempuran dengan Belanda dan Jepang.

~ Tugu Hanoman-Shinta

Pada Tugu ini menggambarkan Hanoman yang diutus Rama untuk menjenguk Shinta di Negeri Alengka. Ia membawa cincin yang diberi Rama sebagai pertanda bahwa ia utusan Sang Rama

Bila kita coba sedikit peduli terhadap segala sesuatu yang ada di sekitar kita,ternyata sangat banyak bangunan-bangunan bersejarah di sekitar kita. Dan kewajiban kita adalah untuk menjaganya.

0 komentar:

Poskan Komentar